Pangkep — Warga Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, digegerkan oleh peristiwa duel berdarah antara dua pria yang saling tikam menggunakan badik. Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (28/10/2025) di salah satu lingkungan di Kecamatan Labakkang.

Korban tewas diketahui bernama Hasan Dg Mangka (65), sementara lawannya, Asdar (45), mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berawal dari Cekcok Mulut
Menurut informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, perkelahian maut itu berawal dari perselisihan pribadi antara keduanya yang sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Pada hari kejadian, keduanya kembali terlibat adu mulut di depan rumah salah satu warga.
Situasi memanas hingga akhirnya keduanya sama-sama mencabut badik yang mereka bawa. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut panik dan berusaha melerai, namun perkelahian berlangsung cepat dan brutal.
“Korban Hasan mengalami beberapa luka tikaman di bagian dada dan perut yang menyebabkan kehabisan darah di lokasi kejadian,” ujar Kapolsek Labakkang, Iptu Andi Rahman, saat dikonfirmasi, Rabu (29/10).
Baca Juga : Jejak Kasus Guru Ngaji Makassar Divonis 11 Tahun Bui Usai Cabuli Komika Eky
Satu Korban Tewas, Satu Kritis
Setelah duel berakhir, warga segera membawa kedua korban ke Puskesmas terdekat. Namun, nyawa Hasan tidak dapat tertolong akibat luka tusuk yang cukup dalam. Sementara itu, Asdar berhasil diselamatkan meski mengalami luka berat di bagian lengan dan bahu.
“Pelaku yang juga terluka saat ini masih dirawat. Begitu kondisinya stabil, akan kami mintai keterangan lebih lanjut untuk proses hukum,” tambah Kapolsek.
Polisi Amankan Barang Bukti
Polisi telah mengamankan dua bilah badik yang digunakan dalam perkelahian tersebut. Lokasi kejadian juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara motif perkelahian dipicu oleh masalah pribadi lama yang belum selesai, namun pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain.
Warga Minta Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Turun Tangan
Warga sekitar mengaku terkejut dan berharap peristiwa serupa tidak terulang. Mereka meminta aparat desa dan tokoh masyarakat aktif memediasi setiap konflik kecil sebelum berujung kekerasan.
“Dulu mereka berteman baik, tapi belakangan sering berselisih paham. Kami tidak menyangka akan berakhir begini,” ungkap salah satu warga setempat.
Kasus ini kini dalam penanganan Polres Pangkep untuk penyelidikan lebih lanjut

















