Pangkep – Sejumlah mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Pangkep menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD setempat. Aksi ini berlangsung dengan tertib dan damai, mengangkat isu kebijakan pemerintah daerah yang dinilai belum berpihak penuh pada kepentingan masyarakat kecil. Para mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi, spanduk, dan selebaran.

Pendekatan Humanis Kepolisian
Kapolres Pangkep turun langsung mengawal jalannya aksi. Dengan pendekatan humanis, ia menyapa para mahasiswa, mendengarkan tuntutan mereka, serta memastikan jalannya unjuk rasa berlangsung kondusif tanpa gesekan dengan aparat. Kehadiran Kapolres yang dekat dengan massa membuat suasana semakin cair.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menegaskan bahwa kepolisian hadir bukan untuk membatasi kebebasan berpendapat, melainkan menjaga agar aksi tetap berjalan aman. “Kami menghargai hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Yang terpenting, dilakukan dengan damai dan tidak mengganggu kepentingan umum,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Irwan Imbau ASN Agar Tidak Terprovokasi dengan Isu di Medsos
Dialog Membangun dengan Mahasiswa
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Kapolres mengajak perwakilan mahasiswa berdialog langsung. Dengan duduk bersama di pelataran kantor DPRD, mereka membahas sejumlah persoalan yang menjadi tuntutan aksi. Sikap terbuka ini membuat mahasiswa merasa dihargai dan aspirasi mereka benar-benar didengarkan.
Seorang mahasiswa menyampaikan apresiasi atas sikap humanis Kapolres. “Kami merasa dilindungi, bukan diintimidasi. Inilah yang kami harapkan dari aparat, yaitu mendampingi rakyat dengan cara-cara persuasif,” ujarnya.
Aspirasi Tersalurkan, Situasi Tetap Kondusif
Setelah menyampaikan orasi dan menyerahkan tuntutan secara tertulis kepada DPRD, aksi mahasiswa berakhir dengan tertib. Tidak ada insiden berarti selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa pun membubarkan diri dengan tertib setelah mendapat jaminan bahwa aspirasi mereka akan ditindaklanjuti.
Kapolres menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa karena telah menjaga ketertiban dan mengutamakan dialog. “Inilah contoh berdemokrasi yang sehat. Mahasiswa menyuarakan aspirasi, aparat menjaga keamanan, dan pemerintah mendengarkan,” katanya.
Contoh Demokrasi Sehat di Daerah
Pengawalan humanis dari Kapolres Pangkep ini mendapat perhatian publik. Banyak pihak menilai bahwa sikap persuasif aparat adalah kunci untuk menciptakan suasana demokrasi yang kondusif. Ke depan, pendekatan serupa diharapkan terus dilakukan dalam setiap aksi agar Pangkep tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai demokrasi.

















