Pangkep – Warga Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak diangkut selama berminggu-minggu. Kondisi ini membuat lingkungan menjadi kotor dan menimbulkan bau busuk yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Keluhan pun bermunculan karena masalah sampah ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Lokasi Penumpukan Sampah
Pantauan di lokasi pada Jumat (19/9/2025), tumpukan sampah terlihat jelas di belakang Stadion Andi Mappe, tepatnya di Jalan Matahari, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene. Beberapa bak truk yang seharusnya menjadi tempat penampungan sementara tampak penuh hingga meluber. Sampah yang menumpuk bahkan meluap ke jalanan, membuat pemandangan menjadi sangat jorok dan meresahkan warga sekitar.
Baca Juga : Polisi Tahan Sopir Truk Tabrak Pria Perbaiki Mobil hingga Tewas di Pangkep
Jenis Sampah yang Mendominasi
Dari pengamatan, sampah yang menumpuk didominasi oleh plastik sekali pakai, kantong belanja, serta limbah makanan rumah tangga. Kondisi ini semakin diperparah dengan cuaca panas yang membuat bau menyengat cepat menyebar ke permukiman warga. Selain itu, keberadaan sampah yang menumpuk berpotensi menjadi sarang lalat, tikus, hingga nyamuk, yang dapat memicu penyakit menular.
Keluhan dan Kekhawatiran Warga
Warga sekitar mengaku sangat terganggu dengan situasi ini. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas agar sampah bisa segera diangkut. “Sudah berminggu-minggu tidak ada truk yang datang angkut sampah. Bau busuknya sudah tidak tertahankan,” keluh salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi penumpukan. Selain itu, warga khawatir kondisi ini akan semakin parah jika tidak segera ditangani, terutama karena lokasi tersebut berada dekat dengan area publik yang sering dilalui masyarakat.
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah
Permasalahan pengelolaan sampah memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak daerah, termasuk Pangkep. Pemerintah daerah diharapkan segera menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengoptimalkan armada pengangkut sampah dan menambah titik pembuangan yang layak. Dengan begitu, sampah tidak lagi menumpuk dan mencemari lingkungan. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk lebih bijak dalam membuang sampah, terutama dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah sejak dari rumah.

















