BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Kebakaran di Segeri Pangkep, Empat Rumah Hangus, Dua Warga Luka Bakar

banner 120x600
banner 800x150

Pangkep – Musibah kebakaran melanda Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Kamis malam (4/9/2025). Sedikitnya empat unit rumah panggung milik warga hangus terbakar, sementara dua orang mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Rumah Panggung di Pangkep Ludes Terbakar, 2 Warga Alami Luka Bakar
Kebakaran di Segeri Pangkep, Empat Rumah Hangus, Dua Warga Luka Bakar

Menurut keterangan warga, api mulai terlihat sekitar pukul 20.30 WITA dari salah satu rumah di Dusun Malewang, Desa Pitusunggu. Diduga api berasal dari korsleting listrik yang kemudian dengan cepat merembet ke rumah lain karena material bangunan mayoritas berbahan kayu.

Klik Disini

Baca Juga : 60 Ucapan Singkat Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 untuk Media Sosial

Kepala Desa Pitusunggu, Hasyim, menjelaskan bahwa warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. “Api sangat cepat membesar karena angin cukup kencang malam itu. Empat rumah tidak bisa diselamatkan, sementara beberapa rumah di sekitar berhasil diamankan,” ungkap Hasyim.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Pangkep diterjunkan ke lokasi. Petugas baru berhasil menjinakkan api sekitar pukul 23.00 WITA setelah hampir tiga jam berjibaku.

Kepala BPBD Pangkep, Andi Baso, membenarkan adanya korban luka bakar. “Dua warga mengalami luka bakar sedang saat mencoba menyelamatkan barang-barang. Saat ini keduanya dirawat intensif di RSUD Pangkep,” ujarnya.

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, langsung menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan bantuan darurat berupa tenda, makanan siap saji, serta kebutuhan pokok bagi para korban. Ia juga berjanji akan menyiapkan program bantuan renovasi rumah bagi keluarga terdampak.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah daerah akan berupaya membantu meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal,” kata Yusran.

Sementara itu, salah satu korban, Nurhayati, tak kuasa menahan tangis saat melihat rumahnya rata dengan tanah. “Tidak ada yang bisa diselamatkan, semua habis terbakar. Alhamdulillah kami masih selamat, tapi kami butuh tempat tinggal sementara,” ucapnya lirih.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Warga diminta lebih waspada, khususnya terkait instalasi listrik di rumah-rumah kayu yang rentan terhadap percikan api.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mitigasi kebakaran di pemukiman padat penduduk sangat penting. Pemkab Pangkep berencana meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran serta memperkuat sarana damkar di wilayah kecamatan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *