BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Pelestarian Budaya, Kumpulkan Naskah Kuno di Pangkep

banner 120x600
banner 800x150

Pangkep – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menginisiasi program pengumpulan serta pendokumentasian naskah kuno yang tersebar di tengah masyarakat. Program ini bertujuan melestarikan warisan intelektual leluhur sekaligus mencegah hilangnya khazanah budaya akibat faktor usia dan kerusakan alam.

Kepala Dinas Kebudayaan Pangkep menyebutkan, naskah kuno tersebut berisi beragam catatan, mulai dari sejarah kerajaan, silsilah keluarga bangsawan, hingga kitab keagamaan yang ditulis tangan dengan aksara lontarak maupun Arab-Melayu.

Klik Disini
Perpusnas sebut baru 24 persen naskah kuno yang berhasil dilestarikan -  ANTARA News
Pelestarian Budaya, Kumpulkan Naskah Kuno di Pangkep

Melibatkan Masyarakat dan Akademisi

Program pelestarian ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga akademisi, komunitas literasi, hingga masyarakat pemilik naskah. Mereka diajak bekerja sama untuk mendata, merawat, dan menyerahkan salinan naskah agar dapat disimpan di perpustakaan daerah.

Bupati Pangkep dalam sambutannya menegaskan bahwa warisan budaya berupa naskah kuno adalah identitas yang tak ternilai harganya. “Kita tidak boleh membiarkan naskah-naskah ini rusak atau hilang. Generasi muda harus tahu sejarah dan pengetahuan yang diwariskan leluhur kita,” tegasnya.

Baca Juga : PT Semen Tonasa Komitmen Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pangkep

Digitalisasi untuk Generasi Mendatang

Selain pengumpulan fisik, pemerintah juga menyiapkan program digitalisasi. Naskah kuno yang telah terkumpul akan dipindai dan disimpan dalam bentuk digital agar lebih mudah diakses oleh peneliti maupun masyarakat umum. Langkah ini juga bertujuan menjaga isi naskah dari kerusakan akibat usia kertas dan tinta.

Kerja sama dengan perguruan tinggi di Makassar dan beberapa lembaga penelitian telah dijalin untuk mempercepat proses digitalisasi. Harapannya, Pangkep bisa menjadi salah satu pusat literasi sejarah dan budaya di Sulawesi Selatan.

Tantangan dalam Pelestarian

Meski program ini disambut positif, tantangan tetap ada. Beberapa masyarakat masih enggan menyerahkan naskah yang dianggap sebagai pusaka keluarga. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah berupaya memberikan pemahaman bahwa naskah tidak akan diambil begitu saja, melainkan hanya dicatat, difoto, atau disalin untuk kepentingan pelestarian.

Selain itu, keterbatasan tenaga ahli filologi juga menjadi kendala tersendiri. Namun dengan dukungan akademisi dan komunitas pecinta budaya, diharapkan proses ini bisa berjalan optimal.

Menjaga Identitas Daerah

Pengumpulan naskah kuno di Pangkep bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga langkah strategis menjaga identitas daerah di tengah arus modernisasi. Melalui upaya ini, generasi mendatang diharapkan tetap mengenal akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *