BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Penggunaan Energi Hijau Ubah Wajah Pulau Saugi di Pangkep

banner 120x600
banner 800x150

Pangkep  — Pagi baru saja menyapa Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), ketika aktivitas warga mulai menggeliat di Dermaga Maccini Baji. Kapal kayu “jolloro” dan feri berkapasitas lebih dari seratus penumpang menjadi penghubung utama antara daratan Pangkep dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Di antara pulau yang menjadi tujuan, Pulau Saugi kini menarik perhatian karena berhasil melakukan transformasi energi berbasis ramah lingkungan.

Klik Disini
Inovasi PLN "SuperSUN" Jangkau Pulau Terluar di Kabupaten Pangkep
Penggunaan Energi Hijau Ubah Wajah Pulau Saugi di Pangkep

Pulau kecil yang sebelumnya mengandalkan pasokan listrik dari genset diesel kini mulai menikmati energi bersih berbasis tenaga surya. Proyek energi hijau ini merupakan bagian dari program pengembangan energi terbarukan yang digagas Pemerintah Kabupaten Pangkep bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta sejumlah mitra akademik dan lembaga swasta.

Dari Kegelapan Menuju Pulau Mandiri Energi

Sebelum adanya proyek ini, warga Pulau Saugi hanya menikmati listrik selama beberapa jam setiap malam. Kini, dengan hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal, masyarakat dapat menggunakan listrik sepanjang hari untuk kegiatan rumah tangga, sekolah, dan usaha kecil.

“Dulu kami harus menyalakan genset bergantian. Sekarang, rumah kami terang setiap malam,” kata Nurhayati, salah seorang warga setempat yang mengelola usaha kuliner rumahan. Keberadaan energi surya juga membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan daya listrik stabil.

Baca Juga : Pemuda lintas iman di Sulsel rayakan Sumpah Pemuda

Dampak Positif bagi Ekonomi dan Lingkungan

Selain memberi manfaat ekonomi, penggunaan energi hijau juga berdampak langsung pada penurunan emisi karbon dan kebersihan lingkungan. Tidak ada lagi suara bising mesin genset atau bau bahan bakar yang mencemari udara. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Selatan menyebutkan, proyek ini dapat menjadi model pengembangan energi terbarukan di wilayah kepulauan lainnya.

“Pulau Saugi membuktikan bahwa transisi energi bisa dimulai dari daerah kecil. Ini langkah konkret menuju target net zero emission 2060,” ujarnya.

Langkah Menuju Ketahanan Energi Daerah

Pemerintah Kabupaten Pangkep berkomitmen memperluas penggunaan energi hijau ke beberapa pulau lain seperti Sabutung dan Gondongbali. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat lokal menjadi faktor kunci keberhasilan proyek ini.

Dengan wajah baru yang lebih terang dan ramah lingkungan, Pulau Saugi kini menjadi simbol perubahan menuju kemandirian energi, sekaligus bukti nyata bahwa energi hijau bukan lagi mimpi — melainkan masa depan bagi masyarakat pesisir Indonesia.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *